Date & Time :

27 June 2020
09:00 - 12:00 WIB

The Venue :

Virtual Workshop via Zoom

The Price :

*) Biaya Registrasi sebesar Rp100.000,- (Seratus Ribu Rupiah)
**) Biaya Registrasi dikirim ke Bank Mandiri Nomor Rekening : 131-00-1656784-6
atas nama PT Comestoarra Bentarra Noesantarra


Event Description

Solusi Sampah di Bantaran Sungai dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Baku Energi Alternatif Berskala Komunitas

Gerakan Ciliwung Bersih didirikan pada tahun 1989 sebagai suatu Organisasi Sosial yang menggalang kepedulian masyarakat untuk pengembangan perencanaan pemiliharaan serta kebersihan daerah aliran sungai ( terutama ) Ciliwung. Inisiator dari Gerakan Ciliwung Bersih adalah Gubernur DKI Jakarta, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Pekerjaan Umum, BPLHD DKI Jakarta, Perguruan Tinggi, LSM, WALHI, DML. Pada tahun 2012, terjadi revitalisasi terhadap Gerakan Ciliwung Bersih dengan maksud untuk memadukan kembali komitmen dan energi positif yang ada untuk sungai yang lebih bersih di Jakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Beberapa Institusi pendiri Gerakan Ciliwung Bersih kembali merapatkan barisan. Dengan visi-misi yang mulia, maka Gubernur DKI Jakarta, Menteri Lingkungan Hidup (saat ini Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), dan Menteri Pekerjaan Umum menjadi Pelindung terhadap organisasi yang diisi oleh para ahli di bidang lingkungan, sosial-kemasyarakatan, tata kota, hingga energi baru dan terbarukan

Pada tahun 2017, Gerakan Ciliwung Bersih bekerjasama dengan Dr. Ir. Supriadi Legino, MM., MA., MBA. Supriadi yang merupakan profesional di bidang energi dan ketenagalistrikan PT PLN (Persero) selama lebih dari 30 tahun membuat suatu inovasi Tempat Olah Sampah Setempat untuk Listrik Kerakyatan yang sukses diimplementasikan di Kabupaten Klungkung, Bali. Inovasi ini berhasil diapresiasi oleh pemerintah pusat dengan mendapatkan penghargaan top 40 innovation dari kementerian PAN & RB serta penghargaan proper emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Konsep ini kemudian dikembangkan di Gerakan Ciliwung Bersih dengan membuat suatu inovasi terapan bernama Tempat Olahan Sampah Sungai yang menyesuaikan visi-misi Gerakan Ciliwung Bersih.

Hal ini mengingat bahwa sebagian besar pencemaran sungai Ciliwung diakibatkan oleh sampah yang dibuang oleh masyarakat. Oleh karena itu, melalui implementasi Tempat Olahan Sampah Sungai, maka Gerakan Ciliwung Bersih mampu mengolah sampah sungai menjadi raw material energi sekaligus menyolusikan permasalahan sampah.

Jika dikelola dan diolah dengan metoda Tempat Olahan Sampah Sungai di bantaran sungai, maka akan membawa dampak positif terhadap kebersihan sungai, solusi bagi masyarakat untuk menyolusikan sampah yang diproduksi setiap harinya (kendala pembuangan sampah), dan membrdayaakn masyarkat untuk memproduksi energi melalui sampah tersebut. Dengan niat yang tulus dan ikhlas serta analisa yang sangat matang, maka Gerakan Ciliwung Bersih bersama Supriadi Legino berkomitmen untuk mengimplementasikan metoda Tempat Olah Sampah Setempat dengan suatu brand image baru bernama Tempat Olahan Sampah Sungai untuk Energi Baru dan Terbarukan bagi Masyarakat di Bantaran Sungai Ciliwung. Sehingga terciptalah suatu slogan SALAM TOSS CILIWUNG BERSIH! yang juga menandai suatu gerakan bersama untuk menyolusikan permasalahan sampah di sungai Ciliwung dengan cara yang sederhana dan memberdayakan masyarakat sekitar. Melalui Tempat Olahan Sampah Sungai Ciliwung yang digagas Gerakan Ciliwung Bersih, maka diharapkan mampu menjadi percontohan bagi para pegiat dan komunitas di seluruh aliran sungai Ciliwung